Menghadiri Universities’ Power Engineering Conference 2013, Dublin

Minggu lalu saya berkesempatan untuk menyampaikan sebuah makalah di 48th Universities’ Power Engineering Conference di Dublin, Ireland. Jarak kota Belfast, Northern Ireland ke Kota Dublin, Ireland hanyalah 2 jam lebih perjalan darat menggunakan bus umum. Tiket bus sangat mudah diperoleh secara online. Bus station dari rumah pun sangat dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Return tiket Belfast-Dublin beharga £ 16.

Walau dokumen perjalan sudah saya urus seminggu sebelumnya, ternyata pada saat hari H saya lupa membawa paspor dan visa Ireland saya. Namun ini tidak menjadi soal karena saya melakukan perjalanan darat menggunakan bus dan tidak saya temukan security check di perbatasan Northern Ireland dan Ireland.

Selaku ibu kota Ireland, kota Dublin cukup besar. Beberapa sudut sudut penting kota bisa diakses dengan berjalan kaki maupun dengan menggunakan bisa umum yang lalu lalang setiap menitnya. Saya menginap di Trinity College Dublin, sebuah institusi pendidikan yang sudah berumur cuku lama yang didirikan pada tahun 1592. Walau akomodasi yang saya tempati cukup berusia tua namun perabotan di dalamnya cukup nyaman dan modern.

Konferensi dari tanggal 2-5 September 2013 ini diadakan di Dublin Institute Technology yang berjarak kurang lebih 10 menit berjalan kaki dari TCD. Saya merasa beruntung karena bisa berkunjung ke Negara dan kota lain dan bertemu dengan kolega sebidang. Banyak peserta yang datang dari penjuru negeri di eropa, beberapa Negara di Asia dan America serta Africa. Setidaknya ada 250 makalah yang dipresentasikan pada konferensi kali ini.


Social Visit disela acara UPEC 2013 di Glendalough, County Wicklow, Ireland

Posted in Conferences | Leave a comment

Pelatihan DIgSILENT di Gomaringen, Germany

Tanggal 12-18 berkesempatan mengunjungi Germany, tepatnya sebuah kota kecil bernama Gomaringan. Kota ini berjarak kurang lebih 28 km dari lapangan udara Stuttgart. Perjalan saya berawal dari kota Belfast lalu transit di Heathrow London untuk selanjutnya diteruskan menuju Stuttgart. Dari Stuttgart saya memilih taksi untuk menuju Gomaringen dan langsung menuju hotel yang telah jauh hari saya booking sebelumnya. Beruntung saya bisa mengujungi kota ini dikarenakan saya mendapat dukungan besar dari Queen’s University Belfast dalam hal biaya perjalanan dan pelatihan.

Kursus yang akan saya ikuti ada 2, yaitu power system stability dan digsilent simulation language keduanya menggunakan DIgSILENT PowerFactory. Untuk kursus selama 5 hari akan diberikan bagaiaman menggunakan software tersebut untuk keperluan power system stability sedangkan pelatihan kedua adalah untuk mendapatkan pengetahuan untuk membuat model simulasi sendiri.

Di depan gedung DIgSILENT Gomaringen, Germany.

Suasana pagi di Gomaringen, Germany

Lokasi perkantoran yang sangat asri

Posted in Conferences, Power System Modeling, Travelling | 18 Comments

Proyek Transformator

Kegiatan Transformer Project di Queen’s Unversity Belfast (Courtesy: Iswadi HR, foto diambil seizin mahasiswa yang ada dalam foto).

Praktis minggu 1 sampai dengan minggu 3 awal semester dua ini adalah waktu untuk menjadi laboratory demonstrtor di Lab. Materi ajarnya adalah transformator project. Student diajarkan untuk merancang transformator 1 fasa, membuatnya lalu mengujinya.

Pengujian digunakan untuk mendapatkan hubungan performansi transformator seperti regulasi, karakteristik arus magnetisasi, serta pengambilan data pengukuran untuk menentukan parameter pada rangkaian ekivalen transformator.

Suasana lab berjalan sederhana sesuai lazimnya praktikum. Pola student juga sama dengan di Indonesia. Ada yang siap namun ada juga yang tak siap. Materi praktikum juga sama dengan yang diterapkan di Teknik Elektro UR.

Posted in Photos | 2 Comments

Mahalkah SPP di Perguruan tinggi di Indonesia

Kemajuan sebuah universitas sangat erat kaitannya dengan dana yang ada pada universitas tersebut. Lalu pertanyaannya dari manakah sumber dana universitas tersebut. Tulisan singkat ini hanya ingin menggambarkan bahwa pendidikan memang mahal di satu sisi namun dari sisi lain, jika dipandang dari sisi mahasiswa maka harga yang mahal tersebut menjadi murah. Kenapa bisa demikian?

Contoh kasus berikut saya ambil dari situs ww.qub.ac.uk , universitas tempat saya menimba ilmu. Untuk tahun 2012/2013 besarnya dana SPP untuk mahasiswa PhD full time research adalah sebesar £. 3.828 untuk mahasiswa lokal dan £. 14,460 untuk mahasiswa international. SPP untuk jenjang pendidikan nampaknya tidak seragam satu dengan yang lainnya namun perbedaannya tidak terlalu mencolok.

Perbedaan yang mencolok sangat terasa jika kita bandingkan SPP untuk mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional yaitu hampir mendekati 1: 4. Ada hal yang menarik terkait SPP ini jika kita tinjau dari sudut besarnya pengeluaran seseorang dalam sebulan. Sesuai aturan dari UKBA bahwa seseorang membutuhkan uang sebesar £ 800 tiap bulan untuk menunjang kehidupan mereka (untuk dari UK di luar kota London). Dari sini Nampak bahwa SPP untuk satu tahun bagi mahasiswa PhD sebesar £3,828 ini hanya setara dengan biaya hidup mereka kurang dari 5 bulan.

Jika kita bandingkan di perguruan tinggi di Indonesia maka SPP beberapa universitas terkemuka di Indonesia saya rasa cukup mahal. SPP untuk PhD di UI sebagai contohnya. Pada tahun 2008 (saya tak punya data tahun 2008 namun jika say ambil data pada tahun 2012/2013 maka tentunya SPP nya akan lebih mahal lagi bukan?), UI membebankan SPP sebesar Rp. 40.000.000,- tiap semesternya untuk jurusan di bawah fakultas teknik (lihat di http://www.ui.ac.id/download/files/fee-doctor.pdf) atau dengan kata lain sebesar Rp. 80.000.000,- tiap tahunnya dan ini belum termasuk biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000.000,- pada tahun pertama. Jika dimisalkan standard kehidupan normal di kota Jakarta sebesar Rp. 6.000.000,- maka biaya SPP di UI adalah sebesar lebih dari 13 kali biaya hidup di Jakarta. Artinya jika ditinjau dari besarnya biaya kehidupan maka SPP di Indonesia dibandingkan SPP di luar negeri adalah 13: 5 (atau lebih dari 2,6 kali lipatnya).

Lalu bagaimana cara mereka mendapatkan dana. Salah satunya memahalkan SPP bagi internasional student dan tentunya cara lain yaitu banyaknya kerjasama baik dengan pemerintah maupun dengan di Industri. School of EEECS tempat saya menimba ilmu adalah salah satu school di Queen’s yang banyak mendapatkan dana. Untuk research cluster saya Energy Power and Intelligent Control mereka mendapatkan dana sebesar £ 2 juta. Sedangkan research cluster lain sangat lebih besar lagi yaitu sebesar £ 30 juta (lihat www.qub.ac.uk/eeecs). Dengan dana yang begitu besari maka dana tersebut cukup untuk membiayai kegiatan akademis selama 5-7 tahun. Dana hibah inilah yang digunakan untuk membiayai penelitian, postdoctoral, research fellow, PhD scholarship, dll

Tentunya membandingkan dua universitas tersebut memang bukanlah hasil akhir yang sempurna dan masih terbuka untuk membandingkanya dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesial. Namun, poinnya adalah dengan adanya dana tambahan dari luar maka sumber pendapatan utama dari perguruan tinggi tidak hanya melulu bergantung kepada SPP mahasiswa dan dengan banyaknya kerjasama maka SPP mahasiswa bisa ditekan bahkan bisa digratiskan melalui skema beasiswa.

 

Posted in Articles | Leave a comment

Project untuk Undergraduate student Level I

Pada hari Kamis tanggal 13 Desember 2012, saya mengikuti pelatihan sebagai demonstrator project transformator untuk level I undergarduate student di SoEEECS Queen’s Univeristy Belfast. Peserta pelatihan adalah semua PhD student dan narasumber adalah research fellow, post doctoral student serta teknisi.

Pelatihan singkat dimulai dengan perancangan dasar pembuatan trasformator daya. Semua perhitungan matematis terkait perancangan menggunakan spread sheet (excell). Hasil perancangan ini nantinya akan dilanjutkan dengan pembuatan transformatornya. Pekerjaan yang agak rumit nanti adalah pekerjaan melilit. Namun hal ini ternyata tak menjadi kendala karena dilakukan dengan automatic winding machine.

Langkah tiap langkah proses pelaksaan project ini dijelaskan dengan sederhana dan dapat diserap dengan mudah. Khususnya bagi PhD student yang pernah jadi dosen. Tugas selanjutnya adalah mengawal/membimbing mahasiswa undergraduate level I pada semester depan (Februari-Maret 2013). Kurang lebih akan ada 60 mahasiswa yang akan melaksanakan project ini. Tiap kelompok akan terdiri dari 2 orang sehingga akan ada 30 kelompok dengan project yang sama, yaitu project transformator. Semua bahan yang terkait dengan project sudah disediakan dalam box yang tersusun rapi. Student tidak perlu lagi memikirkan untuk membeli komponen yang diperlukan. Agar perancangan antara kelompok yang satu dengan lainya berbeda, maka variabel perancangan diubah ubah baik dari segi teknis maupun biaya.

Saat pelatihan singkat diwanti wanti agar pelaksanaan pembuatan project nantinya sebaik mungkin terutama menyangkut keamanaan mahasiswa karena akan menggunakan peralatan tertentu. Dari sekian banyak alat yang dipandang membahayakan adalah cutter (pemotong) yang digunakan untuk meraut isolasi kawat lilitan. “Kenapa tak memakai api saja?” tanya saya. Lalu teknisi mengatakan bahwa ia tak mau fire alarm berbunyi maka diputuskan untuk menggunakan cutter serta mewanti wanti agar mahasiswa tidak akan melukai tanganya saat meraut.

Pengujian yang dilakukan juga sederhana. Trafo yang sudah jadi nantinya akan diuji performansi saat berbeban, saat hubung singkat maupun saaat tanpa beban. Dan dihimbau juga agar tidak melakukan pengujian yang belum diberikan teori sebelumnya. Intinya mahasiswa dibuat menikmati project yang akan mereka lakukan.

Posted in Articles | Leave a comment

Tiba di Belfast

Alhamdulillah, tentunya kata itu yang saya ucapkan saat tiba di George Best City Airport di kota Belfast. Bandara ini adalah tujuan akhir dari sebuah perjalanan jauh yang memakan waktu lebih dari 20 jam.

Hari Ahad, tepatnya tanggal 16 September 2012 saya bertolak dari bandar udara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru menuju Jakarta. Senen pagi saya menuju kantor DIKTI untuk melapor diri. Membawa semua dokumen yang diperlukan untuk melapor diri sebagai salah satu penerima beasiswa luar negeri DIKTI. Setelah semua urusan di DIKTI selesai, saya kembali ke rumah saudara di Kamanggisan, Slipi untuk mengambil barang yang sudah dipak rapi oleh istri waktu masih di Pekanbaru.

Keberangkatan ke Belfast akan menggunakan Singapore Airline dan dilanjutkan nantinya oleh British Airways dan Flybe. Dari Jakarte menuju Changi, lalu dari Changi menuju Heathrow London baru dilanjutkan dari London ke Belfast.

Sampai di Belfast tanggal 18 September 2012 pagi. Udara terasa dingin, namun jaket yang dibelikan oleh saudara yang di Jakarta cukup mampu untuk membuat tubuh saya tidak merasa kedinginan. Dari Goerge Best Airport menuju akomodasi kampus yang sudah dipesan sebelumnya dengan seorang rekan dari POLTEK Batam.

Dengan membayar taxi sebesar 12 Pound akhirnya saya sampai ke akomodasi kampus. Setelah menata barang bawaan dan membersihkan badan saya menuju kampus Queen’s University Belfast untuk melaksanakan pendaftaran ulang. Akhirnya, karena masih capek saya putuskan untuk daftar ulang pada besok harinya tanggal 19 September 2012. Akhirnya pada tanggal tersebutlah saya mendapatkan student card sebagai tanda babak baru tholabul ilmi dimulai. Berharap dan berdoa agar langkah hamba yang fakir dan dhaif ini selalu dimudahkan oleh Allah azza wajalla.

Posted in Articles, Travelling | Leave a comment

IEEE Citation and Bibliography

Ini masih terkait penulisan references di microsoft word. Kebetulan saya menggunakan IEEE citation and bibliography. Saat menulis sebuah laporan (artikel, dll), dengan memanfaatkan tools yang sudah tersedia tersebut sangat membantu sekali karena kita tidak akan disibukan oleh style. Ketika data sources kita inputkan maka word akan bekerja otomotasi sesuai dengan style yang kita pilih.

Untuk IEEE style masih belum tersedia di word namun file IEEE style dapat kita peroleh diberbagai situ penyedianya.

Ketika IEEE style ini sudah didownload maka tugas selanjutnya adalah untuk menempatkan file tersebut di root direktorinya. Untuk word 2010 root direktori seperti berikut: C:/Program File/Microsoft Office/Office14/Bibliography/Style.

Silahkan pastekan IEEE style di root direktori tersebut dan sekarang anda sudah bisa menggunakan tools tersebut untuk keperluan penulisan Anda. Selamat mencoba.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Rekap matakuliah Semester Genap 2011/2012

Matakuliah yang saya ampuh pada semester genap ini. Beberapa nilai sudah disubmit ke TU Jurusan Teknik Elektro FT UR. Ini saya ambil dari portal.unri.ac.id.

Posted in Articles | Leave a comment

Visit to Siak Palace

Muhammad Syafiq and Azkiya Aqilah

Me and My lovely Children  

Posted in Photos | Leave a comment

Menghadiri pengkuhan guru besar UR Prof.Dr. Mashadi dan Prof.Dr. Amir Awaluddin

Prof.Dr. Amir Awaludin

Prof.Dr. Mashadi

Posted in Photos | Leave a comment