Visit to Siak Palace

Muhammad Syafiq and Azkiya Aqilah

Me and My lovely Children  

Menghadiri pengkuhan guru besar UR Prof.Dr. Mashadi dan Prof.Dr. Amir Awaluddin

Prof.Dr. Amir Awaludin

Prof.Dr. Mashadi

Menentukan TMS, I Setting dan Koordinasi Relai Arus Lebih untuk Memproteksi Sistem Distribusi Radial

Gambar 1. Diagram satu garis jaringan distribusi radial.

 
 

Tabel 1. Data Arus Beban, Arus Gangguan Maksimun dan Arus gangguan Minimun.

   

AB

BC

CD

I_load

142

242

142

IF_max (A)

2500

2200

1750

IF min (A)

750

550

500

 
 

Tulisan berikut (Soal Ujian Tengah Semester: Proteksi Sistem Tenaga Listrik, Semester VII) mengilustrasikan perhitungan TMS, Setting arus I Setting
dan koordinasi relai arus lebih standard inverse R1, R2 dan R3 untuk memproteksi jaringan distribusi radial seperti gambar 1 di atas. Arus beban tiap tiap bus dan arus gangguan maksimum dan minimum diberikan pada tabel 1. Setelah TMS dan I setting masing masing relai R1, R2 dan R3 didapatkan, kemudian hitunglah waktu operasi relai untuk gangguan 500 Ampere.

 
 

Langkah 1

Hitung besarnya rentang Nilai yang diperbolehkan untuk masing masing relai R1, R2 dan R3 menggunakan ketentuan di bawah ini.

1.25 I_beban<I Setting < (2/3) I Gangguan Max

Hasilnya ditabelkan pada tabel 2. di bawah ini. Kolom paling kanan pada tabel 2 merupakan nilai I Setting yang diambil untuk masing masing relai R1, R2 dan R3.

 
 

Tabel 2. Range Nilai Untuk masing-masing relai R1, R2 dan R3

 
 

    Relai

Range Nilai ISetting

ISetting

(A)

1.25 I_Load

(A)

s.d.

(2/3)IF min

(A)

R1

178

s.d.

333

180

R2

303

s.d.

367

310

R3

178

s.d.

500

180

 
 

Langkah 2

Misalkan waktu operasi relai R1 adalah 0.1 detik dengan menggunakan persamaan:

Didapatkam TMS relai R1 sebesar = 0.033

 
 

Untuk gangguan yang terjadi di seksi CD relai R2 harus beroperasi dengan tundaan sebesar 0.3 detik setelah relai R1, sehingga waktu operasi relai R2 = T Relai R1 + 0.3 detik = 0.4 detik.

 
 

Hitung nilai TMS relai R2 untuk gangguan yang terjadi pada seksi CD menggunakan persamaan

 

Langkah 3

Hitung waktu operasi relai R2 untuk gangguan di seksi BC menggunakan persamaan

Untuk gangguan yang terjadi di seksi BC relai R3 harus beroperasi dengan tundaan sebesar 0.3 detik setelah relai R2, sehingga waktu operasi relai R3 = t Relai R2 + 0.3 detik = 0.652 detik.

 
 

Hitung nilai TMS relai R3 untuk gangguan yang terjadi pada seksi BC menggunakan persamaan

 

Dengan menggunakan TMS dan I Setting masing masing relai maka didapatkan waktu operasi masing masing relai R1, R2 dan R3 untuk arus gangguan sebesar 500 A seperti pada tabel 2 (kolom 4) di bawah ini.

 
 

Tabel 3. Waktu operasi tiap tiap relai untuk arus gangguan sebesar 500 A

Relai

TMS

(A)

t

(detik)

R1

0.033

180

0.225

R2

0.101

310

1.467

R3

0.239

180

1.623

 
 

 
 

 
 

 
 

  

Power System Protection

Berikut beberapa link yang bisa dijadikan untuk rujukan mata kuliah proteksi system tenaga listrik:

  1. Power System Protection and Relaying, University of Idaho (U o I)

    Klik di: http://www.ee.uidaho.edu/ee/power/EE525/

  2. Power System Protection, IIT Bombay

    Klik di: http://www.cdeep.iitb.ac.in/nptel/Electrical%20Engineering/Power%20System%20Protection/Course%20Objective.html

  3. Electrical Power System Protection

    Klik di: http://www.ece.mtu.edu/faculty/bamork/EE5223/

 


 

Matlab: Menggambar Kurva ‘Waktu – Arus (plug setting multifier) untuk over current relay standard inverse

   
 

tms=[0.025 0.030 0.035];

for i=1:length(tms);

for j=1:125;

psm(j)=j+0.5;

t(i,j)= tms(i)*0.14/((psm(j).^(0.02))-1);

end

end

semilogx(psm,t(1,:), psm,t(2,:),psm,t(3,:))

grid on

xlabel(‘Current(PSM) – ampere’)

ylabel(‘Time (detik)’)

title(‘Time-Current Curve’)

legend(‘tms = 0.025′,‘tms = 0.030′,‘tms = 0.035′,1)

 

Matlab: Waktu Operasi Relai Proteksi

Biasanya untuk mensimulasikan trip sebuah relai proteksi sistem tenaga listrik yaitu dengan penggunaan visualisasi logika rendah (i.e:0) dan logika tinggi (i.e:1) seperti pada gambar di bawah ini:


Logika rendah mengindikasikan non trip sedangkan logika tinggi mengindikasikan trip. Jika kita ingin mengetahui kapan terjadinya trip maka kita perlu mengetahui kapan logika tinggi tersebut dipenuhi. Program Matlab berikut ini adalah “salah satu cara” untuk mengetahui kapan waktu trip sebuah relai terjadi.Program ini menggunakan (while loops) yang tentunya juga bisa menggunakan loop lainya.

 

x=[0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1];

 

j=0;

clc

disp(‘ ——-’)

disp(‘ j x’)

disp(‘ ——-’)

while x(j+i) ~= 1

j=j+1;

disp([j x(j)])

end

waktu_Operasional_relai=j+1

 

Jika program matlab di atas dijalankan maka waktu trip relai terjadi pada detik ke – 9 (sesuai yang ditunjukan pada gambar)

Matlab/Simulink: Model Dinamis Kendaraan

Salah satu yang harus dimiliki dalam membuat pemodelan adalah kemampuan dasar matematika. Sebagai contoh: sebuah persamaan berikut:

 

        Persamaan (1)

 

Kita ingin melihat seberapa besar pengaruh gaya dorong (F dalam Newton) terhadap perubahan kecepatan sebuah mobil (v dalam meter/detik) yang memiliki masa sebesar (m dalam kg). Saat mobil melaju kita misalkan hambatan udara yang terjadi adalah sebesar (d dalam kg/detik).

Kalau kasusnya seperti ini maka yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pindahkan d.v ke ruas kiri persamaan, didapat:

        Persamaan (2)

  2. Dengan membagi persamaan diatas dengan m, didapat:

            Persamaan (3)

  3. Dari persamaan (3) diketahui bahwa model yang ingin kita rancang memiliki 2 input dan satu output, maka kita membutuhkan:

    Blok sum:

     

  4. Input dari blok adalah bagian kiri persamaan dan output adalah bagian kanan persamaan.
  5. Keluaran yang kita inginkan adalah v, maka keluaran dari blok sum harus di integral kan

     

     

     

  6. Keluaran v harus dikalikan dengan d/m menggunakan sebuah gain (penguatan d/m) untuk menghasilkan

     

     

  7. Untuk representasi F, gunakan blok ramp ingat bahwa masukan ke sum (+) adalah maka sekali lagi F harus dilewatkan pada blok gain dengan penguatan (1/m)

     

  8. Gunakan data teknis (anda bisa mengambil spesifikasi mobil), pada kasus ini saya gunakan spek mobil katana dengan m= 1320 kg, misalkan d = 2 kg/detik gaya (F)dibuat variasi linier dari 0 – 75 Newton. Hasil grafik kecepatan (v) terhadap perubahan gaya (F), dapat dilihat sebagai berikut:

     

Ilustrasi Terjadinya Petir

Petir dari awan ke tanah adalah fenomena yang serting terjadi – kurang lebih 100 hantaman ke permukaan bumi tiap detik- namun dayanya sangat luar biasa. Tiap petir bisa mengandung 1 MV tegangan.

Pelepasan muatan listrik yang besar ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara muatan positip dan muatan negatip. Saat terjadi badai, tumbukan partikel hujan, es, atau salju meningkatkan ketidakseimbangan ini dan biasanya bermuatan negatip. Benda di permukaan tanah, pohon dan bumi sendiri, bermuatan positip – menghasilkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan lewatnya arus diantara dua muatan tersebut.

Gambar: Ilustrasi (Bagian bawah awan bermuatan (-) dan objek diatas tanah dan tanah itu sendiri bermuatan (+)

Sebuah step-berupa susunan muatan negatip, yang disebut stepped leader, yang berada di bagian bawah awan akan menuju ke bumi. Setiap segmen stepped leader memiliki panjang 46 meter. Ketika step leader mendekati muata positip sebuah benda, maka muatan positip tersebut akan naik (disebut steamer), yang bisa naik melalui bangunan, pohon, atau manusia. Proses selanjutnya membentuk sebuah saluran dimana listrik dialirkan sebagai petir (kilat).

Gambar: Ilustrasi terjadinya petir Step leader dari awan menuju ke tanah (objek bermuatan +) dan streamer menyongsong merambat ke atas menuju step leader

Petir sangat panas yang bisa melebihi 5 kali panas permukaan matahaari. Panas ini menyebabkan udara di lingkungan sekitar memuai dan bergetar, yang menyebabkan guruh yang kita dengan setelah kilat terjadi.

Petir tidak hanya spektakular, namun juga berbahaya. Sekitar 2.000 orang tewas di penjuru dunia diakibatkan oleh petir dalam se tahun. Lebih dari 100 korban yang selamat menderita berbagai keluhan, seperti: lupa ingatan, pusing, lemah, mati rasa, dan penyakit ringat lainya.

Menulis terasa berat

Sebenarnya pekerjaan yang mudah namun sulit untuk dilakukan salah satunya adalah menulis. Ya menulis apapapun yang kita ketahui. Khususnya menulis sesuatu yang betul betul kita kuasai. Persoalannya menulis setidaknya ada dua.  Ke-1 tidak tahu cara untuk menuliskannya, dan ke-2 malas untuk menuliskannya. Persoalan pertama dapat diatasi dengan berbagai cara. Salah satunya mengikuti pelatihan yang terkait tulis menulis ini. Atau cara ringkas, coba untuk “meniru” gaya penulis lainya yang topiknya sebidang dengan apa yang akan kita tulis. Persoalan yang ke-2 sebenarnya lebih cenderung ke kendala internal. Namun dengan jalan motivasi dan memberikan alasan yang tepat ke diri kita maka kendala ini tentunya bisa diatasai. Misalkan: bahwa teknologi tulis menulis ini sudah cukup banyak. Bandingkan orang dulu harus menulis dengan tangan mereka atau menggunakan mesin tik. Tentunya kalau dengan menggunakan perangkat lunak pengolah kata-kata yang banyak tersedia di zaman sekarang akan terasa lebih ringan. Cukup gambaran betapa beratnya orang dulu menulis dengan perangkat seadanya tapi menghasilkan karya yang begitu banyak. Bandingkan dengan zaman kita yang semua terkait tulis menulis hampir semuanya tersedia. Tentunya hasilnya akan lebih banyak dan jangan lupa akan kualitas harus dinomor-satu-kan.

Besaran Per Unit

Adalah hal yang sangat lazim bahwa suatu komponen sistem tenaga dioperasikan pada level tegangan yang berbeda, misalnya rating tegangan terminal generator, sisi primer trafo daya, sisi sekunder trafo daya tidak sama dengan tegangan sistem transmisi daya.

Karena level tegangan dan atau level daya yang berbeda tersebut maka penggunaan besaran per unit maupun besaran persentase akan memudahkan kita dalam perhitungan.

Ilustrasi penggunaan besaran per unit berikut (Blackbur, J Lewis. 1998: Page: 45) memberikan gambaran bagaimana cara mengubah besaran suatu komponen sistem tenaga dari besaran sebenarnya (Actual Quantity) menjadi besaran per unit (Per Unit Quantity). Ilustrasinya digambarkan dari file pdf berikut (download)